PUISI BANGKITLAH AYAH
Oleh : SepsaePapaAlfi
Begitu banyak huru-hara melanda
Hamparan langit menghujani tangisan mata
Mata kesedihan yang memperlihatkan duka
Mengais kecamuk huru-hara isi semesta
Ketakukan mecengkram jiwa pengembara
Belantara munculkan binatang meronta-ronta
Meneguk keringat pengembara tak berdosa
Merusak belantara demi perut semata
Sang pengembara hanya terdiam
Jiwanya merasa terancam
Menahan ketakutan yang teramat dalam
Melihat binatang membabi buta dalam kelam
Ketika kebingungan menghimpit
Dalam ketakutan yang tak mampu bangkit
Disaat itu pengembara mendengar suara langit
Bergemuruh,halilintar bergelegar sengit
Disertai suara anak pengembara yang menjerit
"Bangkitlah ayah!
Tangisanku adalah do'a yang terpendam
Berjuanglah ayah!
Agar huru-hara secepatnya padam
Dan para binatang liar,tak lagi menerkam
Meski, nyawa ayah direnggut ajal dikelamnya malam
Senyuman Kekasih menyapa di gerbang Alam",
Jeritan batin anak dengan mata terpejam
Jakarta, 140218
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar