DI NOMOR-NOMOR TUNGGANGAN
Karya YS Sunaryo
Di suatu negeri gumpalan awan
Lima tahun sekali nomor-nomor berserakan
Di meja makan, tikungan, bahkan di comberan
Nol menolak satu sampai sembilan
Dari hasrat para penunggang
Menang di bilik mimpi siang
Di suatu negeri gumpalan awan
Memilih pemimpin di pesta mencekam
Kebebasan dan kerahasiaan menjadi remang-remang
Uang melambai di kemelaratan yang menendang-nendang
Menggiring pilihan, matikan pelita hati
Dan akal sehat mesti bertarung dengan balas budi
Di suatu negeri gumpalan awan
Demokrasi prosedur di ruang-ruang penataran
Potret perilaku jauh dari keharusan
Hati dan akal tak bermukim di buku-buku suci
Konstitusi mesti terluka berkali-kali
Liar terombang-ambing angin buritan
Mengancam keselamatan
Ingin berlari dari gundah penderitaan
Menusuk papan nama penghidang cepat makanan
Apa yang diharapkan di masa depan
Ketika orang adil dan baik kian tersisihkan
Pemenang bukan nomor tunggal kemanusiaan
Bukan pula sosok meng-Esa-kan Tuhan
Berani menerkam, menikam
Di suatu negeri gumpalan awan
Bandung, 19 Februari 2018
Home
Puisi-Indonesia
Puisi-Kritik-Sosial
Puisi Indonesia, Di Nomor Nomor Tunggangan - Oleh YS Sunaryo
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar