PADA PUISI

follow us

image

Puisi Wajah, Oleh Fredi

PUISI WAJAH
Oleh: Fredi FA

Adakah bahasamu dirasa, dimakna, dimaknai semesta
Di depan cermin yang memantulkan kata, laku dan selarik peristiwa
Menembus batas garis cakrawala
Lalu tenggelam dalam gulungan ombak diriaknya

Apakah serautmu kan tetaplah ayu
Seperti selayaknya dikau mengenal cinta dan rindu
Atau kerutan di sana adalah realita yang meski kau raba pun dalam urai airmata
Tak bisakah terus bermanja pada gincu yang terlanjur merekah
Atau berdansa di atas lantai yang tergenang kala hujan tiba

Wajah, bicaralah
Pada cermin yang diamnya mengawasi gerak dan langkah kita
Ataukah kita kan biarkan dusta
Menghancurkan sebening cermin wajah
Lalu lupa adalah syair penutup sesal yang sesakkan dada

Wajah dikaulah tempatku bertanya
Pada ruang dan waktu yang hilang seketika
Dan mengganti bayang dan benak mimpi yang dipanggang matahari

Wajah tersenyumlah saat kau kutatap dalam cerminku yang sedari tadi hujan
Agar redanya kan kuarsir dengan pelangi
Wajah dikaulah cinta
Dikaulah rindu, terdiam dipaling sudutku.

Fredi FA
Pekalongan, 250178

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar