Puisi Masa Depan Berduri
Karya : Samtriono
Di dunia fana semakin semu;
Masa suram semakin pekat;
Sepenggal nafas tak diinginkan;
Duri berkarat menusuk langkah.
Keceriaan hanya sekejap saja;
Perih selalu melusuri denyut nadi;
Pahit dan hambar terasa dilidah;
Terang kehidupan semakin redup.
Masa depan berduri melilit dibadan;
Tak ada harapan pasti di alam fana;
Hanya ada mata maut menggintaimu;
Sia-sialah disekat keringatmu.
Buah pikiran dan hatiku bertanya;
Kenapa harus bernafas di alam fana ?
Kenapa jiwaku diselimuti sebongkah daging ?
Di sini tak ada keberuntungan yang pasti.
Dimata daging semakin membusuk;
Duri kehidupan membunuh daging;
Hembusan nafas akan dicekik pada waktunya;
Jangan berharap untuk masa depan berduri.
Kejayaan dan kemewahan dibadan;
Menjadi gumpalan sampah tak berarti;
Penghargaan didinding akan kusam;
Sejarahmu akan dilupakan.
Jiwa dan daging disingkirkan oleh jaman;
Buah tanganmu bukan pilihan masa depan;
Duri masa depan semakin melilit pada nafasmu;
Tak ada kebanggaan di alam fana ini.
03 Maret 2018.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar