SAJAK TANYA UNTUK SANG WAKTU
Oleh: Ridwan Nur Fajar
Segunung apa lagi isyarat itu kau jawab dengan waktu?
Sedang senja demi senja mengisyaratkan letih..
Lirih kau bisikkan sajak berat tanpa rima,
Lalu kau tatap sinis lorong sempit penuh ranjau rindu.
Sediam pertapa kah engkau ?
Hingga sang Dewa pun harus mengira - ngira mimpimu.
Entahlah..
Desis kumbang bercinta lebih terdengar..
Mungkin aku harus bersekutu dengan fajar
Lalu merayu senja berpihak pada malam
Lalu membuat bulan bercinta dengan mentari
Hingga kau tak punya pilihan waktu selain itu.